Overdosis!


Tuesday, February 4, 2020

Hari ini, aku berangkat dengan tergesa-gesa. Melirik jam yang telah menunjukkan pukul 10:10 pagi, yang 10 menit lagi bel akan berdering di kampusku. Bukan terlambat masuk kelas yang aku khawatirkan, namun ku takut dia keluar dari kelasnya sebelum aku tiba di kampus.

Setelah aku turun dari ojek online yang telah mengantarku, aku segera berlari menuju lantai 5 menggunakan tangga, tak memakai lift. Ketika sampai di lantai 5, ku segera melihat ke arah ruangan yang dipakai kelas dia, dan syukurlah belum selesai. Ku duduk seraya mengatur nafasku yang terengah-engah. Tak lama kemudian, ruangan yang di atasnya bertuliskan angka 504 terbuka dan berhamburanlah Mahasiswa/i jurusan kelas dia itu. Tapi… Sial! Kenapa dia tidak ada? Kemudian Dosen yang akan mengajar kelasku tiba, akupun masuk ruangan dengan pikiran yang dipenuhi oleh tanya. “Dia kemana? Sakit? Bolos?”, tapi rasanya tak mungkin jika dia bolos, setelah ku tahu bahwa ternyata dia adalah pria yang pintar. Lalu aku berpikir, “mungkin dia kesiangan”. Akupun mencoba fokus belajar.

***

Bel istirahat berdering. Aku memutuskan untuk ke kostan sahabatku untuk menunggu jadwal selanjutnya. Ketika aku berjalan di gang, teman kelasku memanggilku dari belakang, untuk sekedar menyapaku. Akupun berbalik badan untuk melihatnya, namun saat aku hendak melihat kembali ke depan, tiba-tiba dia ada. Iya dia ada, di belakang! Dia berjalan ke arah yang sama denganku. Aku ingin teriak saat itu juga, Namun aku berusaha untuk diam. Hingga aku tiba di ujung jalan, ku menoleh sedikit, ternyata dia sholat di Masjid yang baru saja ku lewati. Betapa usilnya aku, sampai memikirkan “Kenapa sholatnya ngga di Mushola Kampus aja, ya?”.

***

Akhirnya, sudah jam 13:00. Aku sungguh penuh semangat, karena di jam ini ruanganku dan dia bersebelahan. Akupun segera bergegas bersama sahabatku. Tak disangka! Aku sangat terkejut! Ketika aku akan melewati Masjid itu, ternyata dia masih di sana, duduk di tepi teras. Jantungku sungguh berdetak lebih cepat berkali lipat!

Aku tiba di lantai 3, dimana ruangan mata kuliah kali ini ada disini. Aku kembali dibuat terkejut olehnya, dia tiba-tiba hadir saat ku menoleh. Sangat dekat, selama beberapa detik. Please, help me!

Ketika dia sedang bersama teman kelasnya, aku melirik dia, lalu dia menatapku! Beberapa saat kemudian, aku ingin melihatnya lagi. Ketika aku melihatnya, kini dia yang sedang menatapku! Aku tidak bisa mengendalikan detak jantungku yang saat ini berdetak semakin kencang dan tidak teratur.

***

Saat aku selesai kelas, aku keluar dan melihatnya sedang duduk di depan ruangan ini. Ya Tuhan! Akupun segera menuju kelas selanjutnya karena sudah tak sanggup lagi menatapnya.

***

Kelas terakhir telah selesai, aku menuruni tangga dan melihat dia sedang belajar di ruangan yang tadi ku pakai, dan juga dia menatapku! Lemas, sesak, keringat dingin!
Akupun menunggu hujan reda di depan kampusku, lalu saat aku menoleh ke belakang, dia sedang berjalan menuruni tangga. Sungguh, tak kuat menahan semua ini!


Aku memesan ojek online di depan gerbang kampusku, cukup lama, dan untuk yang ke sekian kalinya aku melihatnya lagi saat aku menoleh. Dengan pakaian yang berbeda, seraya membawa seperangkat alat futsalnya, dan handphone yang tak pernah lepas dari genggamannya. Aku memandangi punggungnya yang sedang menuju ke Gor Kampus untuk latihan, hingga akhirnya dia tak terlihat lagi.

Yaa, intinya, hari ini aku overdosis, haha!
Terimakasih, kamu.

-RickaAnnisa-

Comments

Popular posts from this blog

Memulai

Hujan